Assalamualaikum saudara, sehat kah anda hari ini??
Seperti yang sudah kita pelajari ketika sekolah dasar, negara kita dahulu terdiri dari beberapa kerajaan yang menyebar ke seluruh penjuru nusantara.
Kali ini, kisah ini pun terjadi saat kerajaan lagi ngetrend, karena dulu belum ada KUHP dan Polisi, pembunuhan akibat pertempuran antar dua orang tidak bisa disidangkan dan diproses hukum serta dijebloskan ke penjara.
Tersebutlah dalam sebuah kitab karangan Mpu Yer bahwa di kerajaan ******-edited, terdapat 2 orang pendekar sakti yang saling bermusuhan sejak pertama berguru di perguruan silat yang sama.
Tertulis di kitab itu dengan bahasa Sansekerta yang kental (udah nggak usah dicari kitabnya, lagian kamu juga gak bakalan bisa ngartiin, udah percaya aja, yang saya ceritakan ini belum tentu bener kok, tenang aja, santaiii).
Disana tertulis bahwa ada pendekar dari perguruan Hitam tapi Imyut yang bernama Tedjo bergelar Pedang Naga Alay sedang melakukan pertempuran yang hebat semenjak 50 tahun lalu dengan seorang pendekar dari perguruan Maho juga Manusia yang bernama Kerto, bergelar Tombak Harimau Lebay.
Dan setelah pertempuran yang terakhir selama 5 hari 1 malam, lho kok ada yang janggal??
Ya itu, tempurnya malam cuma 1 kali, sisanya siang, udah lah, percaya aja deh!!
Akhirnya Tedjo kalah dan terluka parah. Dengan berjalan terseok-seok dia kembali ke padepokannya.
Katanya sakti, kenapa nggak terbang aja, kan lebih cepat??
Ih ni orang tanya terus sih, kayanya gak percaya banget!?!
Ya tadinya Tedjo juga mikir seperti itu, tapi dia ingat, surat ijin terbangnya mati dan masih dalam proses pembaruan, dan karena dia patuh sama peraturan perundangan, makanya dia jalan saja.
Udah gak usah banyak nanya, tinggal baca aja ribet!
Sesampainya di Padepokan, Tedjo langsung disambut murid-muridnya dan dipapah menuju tempat yang biasa dipakai tidur dengan istrinya.
Dan akibat luka parah yang diderita, dan juga RSU dulu belum secanggih sekarang, nyawa pria ini tidak bisa tertolong lagi. Dan kemudian berpesan kepada istrinya apabila dirinya telah meninggal dunia.
Tedjo : " Dindaa.. sebelum aku mati nanti.. aku ingin berpesan padamu.."
Surti : "Iya, kanda.. apa pesan kanda.."
Tedjo : "Aku mau engkau kawin dengan Kerto... "
Surti : "Uugh kenapa.. kanda.. Kerto itu musuh besar Kanda selama ini? Apa kanda rela menyerahkan saya kepadanya..?"
Tedjo : "Ya, aku rela, aku juga ingin dia menderita memperistrimu seperti yang aku alami selama 20 tahun bersamamu.."
Kalau kurang lucu, silahkan cari cerita lainnya di blog ini.
Terima kasih.